Sekda Bantaeng Buka Sosialisasi Germas 2018

Bantaeng, Jum'at (03/08/2018). Bertempat di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Abdul Wahab selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng mewakili Bupati Bantaeng membuka secara resmi Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sebelumnya Sekda membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng, tepatnya Jum'at siang (03/08/2018).

"Indonesia saat ini mengalami transisi epidemiologi ditandai meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain. Prevalensi penyakit secara umum masih cukup tinggi dan penyakit menular semakin meningkat. Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring perubahan perilaku hidup." sebutnya.

Mengenai Germas kata Sekda Bantaeng, pelaksanaannya harus dimulai dari keluarga. Keluarga dipandangnya adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. Germas dapat dilakukan dengan melakukan aktifitas fisik tiap hari, mengkonsumsi sayur dan buah tiap hari, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, rutin memeriksa kesehatan, membersihkan lingkungan, menggunakan jamban keluarga.

Kegiatan bertema "Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Dalam Menyiapkan Generasi yang Sehat dan Cerdas" ini diikuti sekitar 300 orang dari lintas program, lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, petugas puskesmas, Tokoh Agama, Camat dan Lurah/Kepala Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan media. Selain itu hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Andi Ichsan dan Anggota Komisi IX DPR-RI Hj Aliyah Mustika Ilham.

Disampaikan pula dalam sambutannya bahwa kasus stunting balita merupakan gambaran terjadinya gangguan pada pertumbuhan fisik, otak dan kecerdasan. "Ada tiga G didalamnya yakni gagal tumbuh, gagal kembang dan gagal metabolisme. Kami menginginkan generasi penerus bangsa ini bisa tumbuh kembang sesuai harapan, terlebih khusus usia balita. Usia nol sampai lima tahun biasa kita sebut periode emas bagi tumbuh kembang anak. Menjadi momen amat krusial bagi upaya menyiapkan generasi sehat dan tangguh".

Sosialisasi berlangsung setengah sehari, bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat khususnya terkait aktifitas fisik secara teratur dan terukur. Interaktif peserta melontarkan pertanyaan demi pertanyaan mengalir usai sosialisasi yang dipaparkan Mayangsari selaku narasumber. Dalam paparan singkatnya, Germas ini berdampak pada terjaganya kesehatan, masyarakat semakin produktif, lingkungan jadi lebih bersih dan tak kalah pentingnya biaya untuk berobat akan berkurang.

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilakukan segenap komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. Sehingga masyarakat harus membiasakan hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan yang lebih luas.