Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat terkait Pemadaman Api

Bantaeng, Jum'at (23/02/18). Kantor kebanggaan Pemerintah Kabupaten Bantaeng terbakar pada Jum'at pagi sekitar pukul 09:00 Wita. Diketahui bahwa kantor tersebut jadi tempat kerja bagi Bupati Bantaeng, Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Namun ditinggalkan sementara waktu selama dirinya menjalani masa cuti sejak 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018.

Tampak dari pandangan mata jika Api berawal dari bagian depan Kantor Bupati Bantaeng. Bagian gedung ini berdekatan dengan ruangan kerja Bupati Bantaeng, H. M. Nurdin Abdullah. Dari sisi Barat seorang pegawai memanjat bagian atas lobby gedung untuk mencari tahu dan memadamkan sumber api. Asap mengepul jadi tontonan sejumlah pengguna jalan nasional di depan kantor itu.

Hal tersebut membuat ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Honorer berlarian keluar gedung dan memadati halaman kantor. Bahkan ikut mempengaruhi pegawai di kantor-kantor sekitarnya seperti Kantor DPRD yang letaknya hanya dipisahkan jalan alternatif.

Tak lama kemudian, Armada Pemadamam Kebakaran tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantaeng terjunkan 7 unit armada damkar ditambah 1 unit ambulance dari Public Safety Center (PSC) 119. Tiba di lokasi, Satuan Tugas (Satgas) dengan gesit berupaya mengamankan gedung. Harapannya api tidak menjalar lebih luas ke sisi gedung lainnya.

Tak hanya upaya pemadaman, kru damkar dibantu Sat Pol PP terlihat mengarahkan ASN agar menjauhi gedung dan area pemadaman. Sementara itu Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bantaeng, Abdullah yang berada di luar area kantor sedang mengawasi anggotanya.

"Jadi ini simulasi pak. Seluruh kru yang terlibat adalah peserta pelatihan. Dan sengaja pihak kami tidak memberitahukan kalau hari ini akan kita gelar simulasi di Kantor Bupati Bantaeng." tutur kru damkar, Joko Respati.

Saat pemadaman, Joko terlibat pengoperasian crane pada kendaraan berjenis ladder. Mobil beroda 6 itu dilengkapi tangga bertenaga hidrolik yang mampu menjangkau gedung-gedung tinggi. Mobil berteknologi modern dimaksud hasil hibah Pemerintah Jepang pada Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Unsur kesengajaan yang disampaikan Joko merupakan bagian dari skenario Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat terkait Pemadaman Api yang dikerja samakan dengan Akademi Teknik dan Keselamatan (ATKP) Makassar. Pelatihan telah berlangsung selama 4 hari (19-23 Februari 2018), melibatkan sekitar 400 orang dari berbagai instansi di Bantaeng.

Totalitas, ASN larut dalam skenario tersebut diliputi ketakutan dan kepanikan. Meskipun sebagian tampak sedikit gembira tatkala damkar bekerja maksimal. Hingga akhir proses pemadamaan, barulah para ASN yang berkerumun di sekitar gedung menyadari, apa yang disaksikannya selama kurang lebih 19 menit adalah simulasi dan bukan kisah nyata yang tidak patut diharapkan terjadi. (AMBAE)